Setiaku Mencintaimu dalam Diam
Wahai kau pangeran impianku
Pernahkah kau melihat dari sisi hatimu
Terselip seorang insan yang menjatuhkan hatinya padamu
Mungkin kau tak pernah menyadari hadirku
Tak apa, karena itu sudah biasa ku lalui
Mencintai dalam diamku, dalam hatiku
Sehingga aku sendiri tak menyadari telah membuang waktuku
Tuk sekedar memikirkanmu
Wahai kau impian surgaku
Yang Tuhan tak memberi restu
Namun salahkahku, mencintaimu
Karena akupun tak tau alasankku
Biarlah dalam diamku
Aku mencintaimu dengan caraku, dengan doaku
Biarlah pula aku yang merasa semua itu
Aku mencintaimu bukan berarti kau harus mencintaiku
Pangeranku tak pernah salah dimataku
Bahkan ketika aku mengetahui faktamu
Kau sudah dengan kekasih hatimu
Sungguh aku sebenarnya tersayat olehmu
Tetapi betapa egosinya diriku jika menyalahkanmu
Sang puteri hanya mampu menunggu
Menunggu cinta seorang pangeran sepertimu
Dengan diamnya dan dengan setianya untukmu
Pernahkah kau melihat dari sisi hatimu
Terselip seorang insan yang menjatuhkan hatinya padamu
Mungkin kau tak pernah menyadari hadirku
Tak apa, karena itu sudah biasa ku lalui
Mencintai dalam diamku, dalam hatiku
Sehingga aku sendiri tak menyadari telah membuang waktuku
Tuk sekedar memikirkanmu
Wahai kau impian surgaku
Yang Tuhan tak memberi restu
Namun salahkahku, mencintaimu
Karena akupun tak tau alasankku
Biarlah dalam diamku
Aku mencintaimu dengan caraku, dengan doaku
Biarlah pula aku yang merasa semua itu
Aku mencintaimu bukan berarti kau harus mencintaiku
Pangeranku tak pernah salah dimataku
Bahkan ketika aku mengetahui faktamu
Kau sudah dengan kekasih hatimu
Sungguh aku sebenarnya tersayat olehmu
Tetapi betapa egosinya diriku jika menyalahkanmu
Sang puteri hanya mampu menunggu
Menunggu cinta seorang pangeran sepertimu
Dengan diamnya dan dengan setianya untukmu
Komentar
Posting Komentar