Menangislah
Wahai sang penguasa dunia,
Kami hanyalah kecil kerikil yang bernyawa
Kami memiliki emosi dan ego
Yang dapat terpancing kapan saja kamu mau lakukan
Kami kecil, berusia namun tak dewasa
Jangan salahkan, karena kalian yang membuat kami akhirnya begini
Tak ada salah kami yang harus diadili
Semua hanya pemikiran kecil yang mencoba menanar dunia
Lalu,
Suatu hari kami menangis kencang dan kau menertawai
Namun, kerikil lain berteriak
Jangan berhenti menangis karena hanya air mata yang mampu memahami
Mereka hanya 'stranger' yang mencoba menghapus masa depan
Padahal kecil kerikil ini akan mematikanmu
Saat kau mencoba menikam kami
Wahai sang penghalang masa depan
Kami akan tetap menangis
Karena itu kebutuhan saat tak ada lagi yang mendengar
Dan diamlah
Karena mulutmu bagikan kulit kacang
Kemudian kami tak akan mendengar celoteh yang seperti angin itu
Diamlah dan jangan bergerak sejengkal pun
Saat kerikil ini mulai bergerak kearahmu
Kecepatannya melebihi kemampuan rasionalmu
Lalu akan memutus kepenguasaanmu
Kami hanyalah kecil kerikil yang bernyawa
Kami memiliki emosi dan ego
Yang dapat terpancing kapan saja kamu mau lakukan
Kami kecil, berusia namun tak dewasa
Jangan salahkan, karena kalian yang membuat kami akhirnya begini
Tak ada salah kami yang harus diadili
Semua hanya pemikiran kecil yang mencoba menanar dunia
Lalu,
Suatu hari kami menangis kencang dan kau menertawai
Namun, kerikil lain berteriak
Jangan berhenti menangis karena hanya air mata yang mampu memahami
Mereka hanya 'stranger' yang mencoba menghapus masa depan
Padahal kecil kerikil ini akan mematikanmu
Saat kau mencoba menikam kami
Wahai sang penghalang masa depan
Kami akan tetap menangis
Karena itu kebutuhan saat tak ada lagi yang mendengar
Dan diamlah
Karena mulutmu bagikan kulit kacang
Kemudian kami tak akan mendengar celoteh yang seperti angin itu
Diamlah dan jangan bergerak sejengkal pun
Saat kerikil ini mulai bergerak kearahmu
Kecepatannya melebihi kemampuan rasionalmu
Lalu akan memutus kepenguasaanmu
Komentar
Posting Komentar