Manusia?
Angin kencang berhembus tak diundang
Manusia berjalan mengikuti arahnya
Seakan angin menjadi kompas terbaiknya
Lalu ia terus mengikuti dan mengikuti
Dan tiba-tiba, sang angin marah
Menebas apapun yang ada disekitarnya
Hancur seketika, Ambruk tak beraturan
Wahai kau manusia
Mereka berkata kau pandai karena kau punya otak
Katanya kau mengetahui segalanya
Namun hal kecil ini saja kau tak mampu merasa
Dimana letak kepandainmu itu
Apa kau hanya makhluk yang egois?
Hey manusia
Ini privasiku
Kau mengusiknya dengan sengaja
Ini yang mereka sebut kau pandai?
Mengapa tak bisa berfikir dengan hal sekecil ini?
Kini kau terlihat sangat bodoh
Dengan megusikku secara diam-diam tapi disengaja
Sungguh memalukan, sangat memalukan
Dengan hal bodohmu itu
Lalu musnahlah kau mulai saat ini
Jangan lagi muncul hingga kau mengerti
Mengerti tentang arti kepandaian
Yang telah melekat dalam identitasmu
Manusia berjalan mengikuti arahnya
Seakan angin menjadi kompas terbaiknya
Lalu ia terus mengikuti dan mengikuti
Dan tiba-tiba, sang angin marah
Menebas apapun yang ada disekitarnya
Hancur seketika, Ambruk tak beraturan
Wahai kau manusia
Mereka berkata kau pandai karena kau punya otak
Katanya kau mengetahui segalanya
Namun hal kecil ini saja kau tak mampu merasa
Dimana letak kepandainmu itu
Apa kau hanya makhluk yang egois?
Hey manusia
Ini privasiku
Kau mengusiknya dengan sengaja
Ini yang mereka sebut kau pandai?
Mengapa tak bisa berfikir dengan hal sekecil ini?
Kini kau terlihat sangat bodoh
Dengan megusikku secara diam-diam tapi disengaja
Sungguh memalukan, sangat memalukan
Dengan hal bodohmu itu
Lalu musnahlah kau mulai saat ini
Jangan lagi muncul hingga kau mengerti
Mengerti tentang arti kepandaian
Yang telah melekat dalam identitasmu
Komentar
Posting Komentar