Ini cerita masa kecil yang menurut mereka mulai usang,
.
13 tahun yang lalu,
Ada 3 orang jepang yang masuk sebagai murid baru disekolah. Mereka berbeda sehingga mereka minoritas di sekolah kami. 2 anak laki-laki dan 1 gadis, mereka bersaudara dengan ibu yang berkebangsaan Indonesia dan ayah yang berkebangsaan jepang. Fisik mereka tentunya berbeda dari penghuni sekolah. Dan dari perbedaan itu sang adik mendapat pembullyan. Bukan hanya fisik, tapi mental, dia pernah dianggap bodoh karena dia tidak bisa menjawab pertanyaan dan tidak bisa mengerjakan pr. Bahkan, saat ia berkunjung ke rumah teman untuk belajar, dia pernah dipaksa pindah agama. Benar-benar dipaksa sampai harus melakukan. Untungnya dia gigih dengan apa yang dia anut. And you're a great child. Hingga tiba saat meraka hengkang yang katanya kembali ke jepang (oke, I miss you guys).
Ceritanya belum berakhir, wkwkwk
Dibalik pembullyan sang adik, ada 2 penyelamat idaman. Aku mengingat bagaimana para kakak ini mengambil sang adik dari gerombolan geng anak sd zaman itu, and they give some advice hingga gadis tersebut tidak menangis lagi tapi berani. Hingga saat ini, aku bahkan belum menteri kenapa dia dibully. Padahal, she is good girl. Dia bahkan mau berbagai bekalnya waktu itu dengan mereka yang pernah membullynya. Of course, I tell to my parent about that, about my crazy friends and the strong girl. I remember, my dad said, yang intinya
"Kalau di bully, lawan. Tapi kalau menurutmu buang-buang tenaga, diam. Coba ambil tindakan sesuai apa yg menurutmu benar. Apa yang jadi milikmu pertahankan, jangan beri celah lawan mengambil. Tapi apapun yang bisa dibagi, bagi tanpa berat tangan. Pembalasan secara tidak nyata itu ada. Jangan perlakuan orang lain semena-mena kalau kamu sedang dihargai. Namun, saat kau sedang menghargai lalu disemena-menakan, lupakan jangan dibalas, tapi bersikaplah tidak peduli saat dia kembali membutuhkan" (I'm sorry, if my dad give a wrong advice, but it works).
And you know guys,
Singkat cerita, gadis tersebut melanjutkan pendidikan ke President University dan dia telah lulus. I don't know how's her life but she's cool. And the fact is, she forget all of elementary school friends. But I miss you as a friend.
Komentar
Posting Komentar