Tak Ada Senang Yang Sempurna
Aku tau, kamu hari ini mulai merasa akulah screet fans mu. Yeah, thats true, Its Me. I'm a your screet fans. Aku ga pernah marah tentang siapa yang membaritahumu atau siapa yang pertama kali mencurigaiku tentang hal ini. Aku sedikit pun tak marah. Mungkin ada rasa kecewa, karena saat kamu mulai merasa hal itu benar aku malah harus membatasi diri, agar semua orang tak pernah tau. Itu kan maumu, semua orang gak boleh tau kalai aku diam-diam mengagumimu karena kita masing-masing sudah memilih hati yang lain untuk diikat. Aku tau kamu telah mengikat seseorang itu, tapi aku juga tau, hati tak pernah bisa untuk diikat, memang, fisikku bisa dengan mudah diikat hanya oleh sebuah aturan yang semua orang bilang itu aturan sakral. Tetapi menurutku bukan begitu, aturan itu hanya formalitas saja tentang bagaimana aku dan dia atau kamu dan dia bisa lebih dekat dan bisa lebih merasa saling memiliki. Padahal semua itu tak akan ada artinya saat hati bebas terbang dan berlabuh kehati yang lain. Mungkin semua orang akan menyebutku buruk, tetapi Its a fact kan. Bukan aku yang sok realistis, tapi aku yang selalu berusaha mengartikan keadaan dengan tepat, ya meski tak kan pernah tepat, karena aku pun tak kan mampu menjadi sempurna. Aku hanya manusia biasa, yang hanya mampu menyimpan cinta atas dasar kesetiaan dan hanya mampu mengagumi dengan terus menghakimi hati, bahwa hati tak boleh terjatuh ke hatimu ke hati yang mungkin telah berbeda. Hari ini, seandainya aku mampu menghentikan waktu dan mampu menghapus setiap kejadian yang tak pernah aku inginkan, mungkin itulah hal pertama yang aku lakukan hanya untuk menghapus batas yang telah kau buat. Aku hanya tak ingin kau menjauh begitu saja. Karena aku tau, aku tak mampu melihatmu kapanpun aku mau. Aku hanya membiarkan kesempatan datang padaku, dan aku akan mensyukuri semua itu. Hanya waktulah, hanya kesempatanlah, dan hanya senyum itu yang tak mampu ku tolak untuk terus mensyukurinya. Aku mengagumi mu sejak hari itu. Sejak kau dan aku dekat ditengah orang lain yang hanya memandangi kita. Disaat aku menjadi partner mu, dan aku bersyukur atas kesempatan itu. Sejak itulah, aku sadar aku mengagumi setiap langkahmu. Kamu, idolaku setelah Ayahku dan Vian. Ingatlah, mulai sekarang aku selalu melihat setiap langkahmu. Melihatmu secara diam-diam dan tanpa kata. Hanya untuk menjagamu dari orang-orang yang hanya mampu mengolokmu jika mereka tau. Maafkan aku, yang tak pernah berani mengungkapkan. Aku memang pecundang, tapi setidakny aku tak pernah malu mengakui kalau aku mengagumimu. Its you, K..
Komentar
Posting Komentar