Tanpa Judul

Aku pernah berhenti sebentar
Sebentar tapi benar-benar melupakan
Aku terlihat baik-baik saja
Hatiku juga begitu
Lalu,
Kau tiba-tiba hadir disuatu malam yang tak disengaja
Memanggil namaku, lagi
Aku terdiam,
Oh bukan! Itu seperti benar-benar terdiam
Dan tanganmu menyadarkan, kita lagi
Sepertinya kalimat kedua ku mulai salah
Aku belum 'benar-benar' melupakan
Meskipun mataku pernah memandang mata yang lain
Hatiku tetap pada satu tujuan
Tetap ingin kembali, ke rumah yang pernah disinggahi
Sejak saat itu, kesadaranku tetap terjaga
Bahwa hati harus didengar, diperhatikan, layaknya kamu

Komentar

Postingan Populer