Ketika matahari menampakkan sinarnya
Ia hadir menghalangi sinar sang surya yang sedang mengintainya
Hingga beberapa waktu berlalu, kaki itu tetap berdiri tegåk
Seakan tak ada rintangan untuknya berdiri berjuang
Namun, entah badai datang dari sebelah mana
Kaki kokohnya tiba-tiba linglung dan akhirnya mencium bau tanah
Tak sadarkah kalian,
Para kaki kokoh disana, sejauh mata memandang
Ketagaranmu mash diselimuti hawa menyeramkan
Bukan tentang mereka takut atau tidak,
Tetapi, aura itu muncul tak diundang
Wahai para pengagum sejati,
Kaki yang mungkin terlihat tak terpatahkan akhirnya hilang juga
Wajahmu yang terlaulu berani mental sinarnya
Kini pun hangus terbakar
Terlaulu sulit untuk diterka bukan?
Maka berpandåiläh berpura-pura,
Sebab kepura-puraan tak selamanya menjadikanmu buruk
Ia hadir menghalangi sinar sang surya yang sedang mengintainya
Hingga beberapa waktu berlalu, kaki itu tetap berdiri tegåk
Seakan tak ada rintangan untuknya berdiri berjuang
Namun, entah badai datang dari sebelah mana
Kaki kokohnya tiba-tiba linglung dan akhirnya mencium bau tanah
Tak sadarkah kalian,
Para kaki kokoh disana, sejauh mata memandang
Ketagaranmu mash diselimuti hawa menyeramkan
Bukan tentang mereka takut atau tidak,
Tetapi, aura itu muncul tak diundang
Wahai para pengagum sejati,
Kaki yang mungkin terlihat tak terpatahkan akhirnya hilang juga
Wajahmu yang terlaulu berani mental sinarnya
Kini pun hangus terbakar
Terlaulu sulit untuk diterka bukan?
Maka berpandåiläh berpura-pura,
Sebab kepura-puraan tak selamanya menjadikanmu buruk
Komentar
Posting Komentar