BULLYING

Hy readers....
Tulisan ini jika dillhat dari judulnya aja uda mainstream, but so far ini hanya cerita yang mungkin akan menyadarkan salah satu seseorang dari berbanyak orang. Bullying adalah bahasa swag-nya di era saat ini. Apabila di zampan dahulu sudah ada, orang-orang biasa menyebutkannya dengan istilah "perpeloncoan". Bulllying atau perpeloncoan ini sedang booming terutama pada negara berkembang yang tinkgkat kesadaran dan kecerdasannya masih sangat jauh diatas mereka yang tinggal di negara maju. Penduduk di negara berkembang rata-rata adalah mereka yang terlalu peduli terhadap orang lain, bahkan karena tingkat kepeduliaannya sangat tinggi, mereka bisa-bisa sampai ingin tahu tentang seluk beluk orang lain. Ketika mereka telah mendapat segala informasinya, timbullah bullying diberbagai kalangan. Inilah salah satu keburukan dari negara berkembang sekali lagi. Bagaimana mungkin mereka, penduduknya akan maju jika melangkah sedikit saja akan diberi benteng tinggi yang membuat pertahannya kembali runtuh.
Tak dipungkiri, aku persah fase yang seperti itu. Dan rasanya sangat memuakkan bukan? Seandainya mereka para pelaku bullying bisa merasakan pasti mereka tak akan melakukan perbuatan tak bermakna tersebut. Para pelaku bullying biasanya mencari korbannya yang dinilai cukup lemah saat ia dibully macem-macem. Fase yang pernah aku alami tentang kejadian seperti diatas yaitu : Korban - Pelaku - Korban - Diri Sendiri. Untuk mereka yang cepat menanggapi keadaan, mungkin akan menajadi mengakhiri dirinya sendiri, dan parahnya lagi jika mereka mantan korban lalu memiliki dendam yang tinggi, maka mereka akan berusaha untuk menjadi pelaku bullying. Dan apabila kejadian seperti itu terus terulang, maka bullying tak akan ada akhirnya. Dalam artian, bullying akan terus berkembang.
Jadi, Sadarlah para korban yang munglin saat ini bahkan sedang menjalankan misinya. Bullying itu tidak elit, bisa jadi kalian para pelaku merupakan orang-orang rendahan yang tak tau caranya mengenal. Sungguh memprihatinkan sekali. Dan para korban bullying, kaolin harus tetap kuat menghadapi sesuatu yang sebenarnya ga penting. Siapkan mental, siapkan hati [ehh], tetap jadi diri sendiri, lakukan apa yang kau mau dan bisa, orang lain hanyalah kritikus yang tak tau caranya mengkritik. Hingga nanti, apabila semuanya berakhir, kamu harus jadi mengubah fase menjadi Korban - Kuat hati, fisik dan segalanya- Jadi Diri sendiri. Hidup ini lebih keras dari pada hanya sekedar mendengar omongan mereka yang seperti spam di email, seperti sampan busuk yang perlu dimusnahkan dan apapun itu untuk mendeskripsikan seorang pelaku bullying. Stop bullying, Be smart people!

Komentar

Postingan Populer